Sebelum anda mengimplementasikan cara-cara pemakaian digital marketing. Akan lebih baik jika mengetahui terlebih dahulu apa itu digital marketing. Digital marketing atau lebih dikenal sebagai pemasaran lewat digital ini adalah sebuah upaya pemasaran yang memanfaatkan perangkat elektronik atau internet. Yang mana menggunakan beragam taktik marketing dan media untuk komunikasi dengan calon konsumen. Seperti memanfaatkan website, blog, media sosial (Instagram, WhatsApp, Line, dsb). Dalam dunia pemasaran online, untuk membuat calon konsumen tertarik dengan penawaran yang diberikan. Maka pihak pemilik produk atau jasa bisa membuat iklan, email marketing, brosur online dan lainnya. Untuk pelaku pemasaran online disebut sebagai digital marketers (pemasar digital). Dan digital marketers yang baik tentu akan memiliki gambar jelas mengenai bagaimana setiap usaha untuk mendukung tujuan penawaran. Pihak digital marketers sendiri bisa melakukan promosi atau kampanye yang lebih besar lewat media gratis atau berbayar sekalipun. Misalnya pembuat konten bisa membuat postingan blog untuk mengajak. Social media marketer membantu mempromosikan blog lewat post berbayar dan organik lewat akun media sosial. Email marketer membuat email campaign untuk dikirimkan ke calon konsumen supaya tertarik pada penawaran yang diberikan.

6 Taktik Internet Marketing Memanfaatkan Social Media

Untuk anda yang ingin memasarkan sebuah produk atau layanan jasa dengan memanfaatkan media sosial. Maka teknik sosial media marketing ini menjadi sebuah pilihan yang tepat. Apalagi untuk anda yang masih bisa dikatakan awam mengenai internet marketing ini. Berikut taktik sosial media marketing yang bisa anda terapkan.

  1. Memilih jaringan sosial anda

Saat ingin beralih dari bisnis offline ke bisnis online ada beberapa yang masih menyimpan data base customer. Baik itu berupa alamat atau nomor telepon yang masih bisa dihubungi. Data ini bisa disimpan untuk dikembangkan tentunya. Dalam masa peralihan dari bisnis offline ke online bisa melakukan riset terlebih dahulu. Hal pertama yang perlu ditentukan adalah social media yang akan dijadikan ladang pemasaran. Pastikan untuk memilih social media yang tepat dan cocok dengan strategi yang akan digunakan. Terlebih lagi saat ini ada banyak social media yang memiliki keunikan, praktik terbaik, gaya sendiri, serta audients sendiri. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan supaya bisa membantu tidak hanya memilih jaringan sosial tetapi juga berapa kali harus mencoba. Diantaranya adalah waktu, sumber, dan audients.

  1. Mengisi semua profil secara lengkap dan valid

Dari segi profil pun harus diisi dengan lengkap dan valid. Karena hal ini menujukkan sikap profesional, melekatkan branding, dan untuk sinyal pada pengunjung bahwa anda serius mengenai engaging.  Visual yang digunakan pun harus konsisten dan bisa memfamiliarkan visual dengan visual di social media. Misalnya visual pada Facebook harus cocok dengan visual dari Instagram. Jika anda ingin membuat visual sendiri tanpa bantuan jasa desain. Maka bisa memanfaatkan Canva. Tools yang satu ini memudahkan anda dalam membuat visual sesuai kebutuhan. Berbagai template gratis dan berbayar tersedia dengan baik sesuai kebutuhan. Bahkan untuk ukuran gambar sendiri pun ada banyak dan bisa dipilih sendiri sesuai social media yang dipilih. Tentu hal ini membuat anda menjadi menghemat waktu dalam membuat visual.

Sedangkan untuk teks bisa dimuat pada bagian bio atau info. Untuk membuat bio social media yang profesional bisa memperhatikan beberapa hal. Seperti menyesuaikan keyword dengan pengunjung, menggunakan bahasa yang baik dan segar, menjawab setiap pertanyaan, dan jadilah ramah. Juga anda harus melakukan lebih banyak kunjungan.

  1. Temukan voice dan tone

Mungkin anda akan tergoda untuk langsung terjun dan berbagi. Terjun ke social media akan menjadi lebih fokus dan langsung tepat sasaran jika mempunyai voice serta tone terbaik untuk konten. Untuk hal ini anda bisa mencari tahu persona marketing dan poin-poin dari pernyataan. Hal ini memang cukup bagus. Tetapi taktik social media marketing yang anda jalankan ini dari bawah, sehingga bisa membuatnya menjadi sedikit lebih mudah. Mulailah mempertimbangkan hal dasar untuk tetap pada jalur. Misalnya voice adalah penyataan misi sedangkan tone adalah pelaksanaan misi tersebut. Anda bisa mengembangkan voice yang mampu menyenangkan untuk customer. Maka nantinya customer akan senang untuk menyebarkan cerita mengenai anda.

  1. Memilih strategi postingan

Mungkin anda akan bertanya-tanya berapa jumlah post yang harus dipublikasikan per hari dan kapan waktu yang tepat untuk mengpost. Untuk jawabannya sendiri adalah tergantung. Social media experience adalah mengenai audients secara individual dan niche. Postingan berupa gambar biasanya cenderung akan dilihat, di klik, reshare dan mendapatkan banyak like. Sehingga tidak heran jika banyak orang yang memanfaatkan social media marketing ini lebih banyak memposting gambar dengan sedikit teks.

Berikut adalah hasil penelitian mengenai kapan waktu yang tepat untuk posting.

  • Facebook – hari kerja 1-4 pm dan 2-5 pm
  • Twitter – hari kerja 1-3 pm
  • LinkedIn – Selasa, Rabu, dan Kamis 7-8:30 am dan 5-6 pm
  • Instagram – hari kerja 5-6 pm dan 8:00. Hari Senin dengan spot terbaik di 6 pm
  • Tumblr – hari kerja 7-10 pm dan pada hari Jumat 4 pm
  • Pinterest – hari kerja 2-4 pm dan akhir pekan 8-11 pm (akhir pekan adalah waktu yang paling baik)
  • Google+ – hari kerja 9-11 am
  1. Analisis, tes dan iterate

Social media sharing menjadi sangat individu dan membutuhkan upaya tertentu. Dan dengan adanya statistik tentu akan mempertegas hal tersebut. Saat anda semakin sering posting, maka semakin mendapatkan konten, waktu serta frekuensi yang tepat. Hal ini bisa diketahui dengan mendapatkan reporting tool. Sebagian besar jaringan sosial utama mempunyai analisis dasar. Yang mana bisa diketahui dengan lebih mudah dari dashboard. Anda bisa memanfaatkan Google URL shortener yang dapat mempersingkat link web. Juga bisa memanfaatkan Google Analytics dan Google Tag Manager. Dimana bisa mengetahui secara spesifik jumlah pengunjung dan mentracking bisnis.

  1. Mengotomatisasi, engage, dan mendengarkan

Dan taktik social media marketing yang terakhir dimulai dari mengotomatisasi update-an. Social media tentunya membutuhkan keterlibatan/engagement. Jika ada yang bertanya kepada anda, maka tanggapilah. Anda bisa menyisihkan sedikit waktu luang pada siang hari untuk ikut ke dalam percakapan yang terjadi di social media. Anda bisa melakukan percakapan dengan customer potensial, referensi, teman dan kolega. Sebab mereka penting dan tidak bisa diabaikan. Untuk tetap bisa terus menjalin percakapan adalah dengan menciptakan sistem untuk mendengarkan. Dalam hal ini, anda bisa memanfaatkan tool seperti Zendesk dan Zopim. Kedua tool tersebut akan membantu anda berinteraksi dengan customer potensial, referensi, teman dan kolega.

Demikianlah beberapa taktik social media marketing untuk orang awam dimulai dari dasar. Semoga artikel ini bisa membantu anda untuk memulai debut dengan memanfaatkan internet marketing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *